TUGAS PERTEMUAN 1
Jelaskan apa harus dipersiapkan sebelum pemeriksaan!
Jawab :
Sebelum
melaksanakan audit persiapan awal yang harus pelajari meliputi hal-hal sebagai
berikut:
- Kuesioner pengawasan
intern
- Instruksi dan
penjelasan
- Bukti-bukti yang
digunakan selama pemeriksaan
- Daftar-daftar yang
dibuat oleh klien
- Bagan alir dan
analisis terhadap pengawasan intern
- Program pemeriksaan.
Sebelum
memulai mengerjakan harus mempertimbangkan pernyataan-pernyataan klien yang
tertuang dalam laporan keuangan sebagai dasar untuk merancang tujuan pemeriksaan
khusus yang akan dicapai.
- Eksistensi
atau terjadi-pernyataan klien bahwa aktiva dan kewajiban adalah
benar-benar ada dan transaksi-transaksi penjualan dan biaya adalah
benarbenar terjadi.
- Kelengkapan-pernyataan
klien bahwa semua transaksi yang terjadi telah dicatat dan telah termasuk
dalam laporan keungan yang bersangkutan.
- Hak dan
Kewajiban-pernyataan klien bahwa perusahaan mempunyai hak atas
aktiva-aktiva dan mempunyai kewajiban atas utang-utang perusahaan pada
tanggal tertentu.
- Penilaian
dan Alokasi-pernyataan klien bahwa pos-pos aktviva, kewajiban, pendapatan
dan biaya telah dinilai dengan tepat.
- Penyajian
dan Pengungkapan-pernyataan klien bahwa pos-pos laporan keuangan telah
diklarifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan secara memadai.
Dengan
mempertimbangkan pernyataan-pernyataan tersebut, saudara akan lebih mudah
menentukan tujuan-tujuan pemeriksaan untuk setiap pos. sebagai contoh,
pernyataan mengenai apakah saldo-saldo piutang dagang benar-benar ada, tujuan
pemeriksaan adalah untuk mendapatkan dan mengenvaluasi bukti yang berhubungan
dengan pernyataan tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, akuntan dapat
mengirim surat konfirmasi untuk menentukan apakah piutangpiutang tersebut
benar-benar ada.
TUGAS PERTEMUAN 3
Apa tujuan
pemeriksaan ekuitas ?
Jawab :
Tujuan pemeriksaan ekuitas
adalah sebagai berikut:
1. Untuk memeriksa apakah
terdapat internal control yang baik atas permodalan, termasuk transaksi jual
beli saham, pembayaran deviden dan sertifikat saham.
2. Untuk memeriksa apakah
struktur permodalan yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) sudah
dengan apa yang tercantum di akte pendirian perusahaan.
3. Untuk memeriksa apakah
ijin-ijin yang diperlukan dari Pemerintah yang menyangkut ekuitas (misalnya
dari KemHukHam, BKPMD, OJK, KPP dan SK Presiden) telah dimiliki oleh
perusahaan.
4. Untuk memeriksa apakah
perubahan terhadap ekuitas telah mendapat otorisasi dari pejabat perusahaan
yang berwenang (direksi, dewan komisaris), RUPS maupun instansi pemerintah.
5. Untuk memeriksa apakah
setiap perubahan pada Retained Earning atau Accumulated Losses didukung oleh
bukti-bukti yang sah.
6. Untuk memeriksa apakah
penyajian permodalan di laporan posisi keuangan sudah sesuai dengan SAK dan hal
penting sudah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
TUGAS PERTEMUAN 4
Jelaskan konsep
matching biaya yang seuai dengan standarnya ?
Jawab
:
Konsep Matching Biaya adalah
semua yang dibebankan kepada produk barang dan jasa yang akan dijual untuk
mendapatkan revenue. Jika hasil dilaporkan berdasarkan proses operasional
perusahaan maka setiap kenaikan nilai produk akan menimbulkan kenaikan hasil
sehingga tidak perlu matching. Namun, karena hasil dan biaya dua hal yang bisa
berbeda dan dilaporkan berlainan serta pembebanan, pembayaran biaya produk, dan
jasa tidak sama dengan waktu penjualan dan penagihan piutang akibat penjualan
itu maka perlu penerapan matching. Menurut teori matching concept, maka biaya
harus dibebankan sesuai dengan pengakuan dan periode penghasilan.

0 Response to "JAWABAN TUGAS PERTEMUAN 1 SEMINAR PEMIRKSAAN AKUTANSI"
Posting Komentar